
PORTAL WARTA BERITA TERKINI TERBARU TERPERCAYA
PEKANBARU, 21 Oktober 2026 – Polda Riau menangkap seorang prajurit TNI aktif berinisial AF (32) yang diduga menjadi kurir 47 kilogram sabu asal Malaysia. Polisi menduga AF bersama rekannya, AN (32), telah sekitar 15 kali menjemput narkotika di Dumai dengan imbalan Rp50 juta hingga lebih dari Rp100 juta setiap pengiriman.
Baca Artikel Terkait Lainya: BI Perpanjang DP 0% Rumah dan Kendaraan hingga Akhir 2027, Ini Syaratnya : Berita Sindikasi
Prajurit TNI Diduga Terlibat Jaringan Sabu
Kasus prajurit TNI kurir sabu ini terungkap melalui penyelidikan Subdirektorat III Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau. Petugas menangkap AF bersama AN, yang sama-sama berasal dari Binjai, Sumatera Utara.
Artikel Berita lainnya: Bharada Andika Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana, Terancam Hukuman Mati : Berita Sindikasi
Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Putu Yudha mengatakan, petugas menyita 47 paket sabu dengan berat total sekitar 47 kilogram dari kedua tersangka. Polisi juga mengamankan satu pucuk senjata api yang masih didalami asal-usul serta keterkaitannya dengan jaringan tersebut.
Simak Juga Berita Terkait: Impian Rumah Layak Jadi Nyata, Pengerjaan RTLH Muh. Ramli Capai 19 Persen : Berita Sindikasi
Penyidik menduga kedua tersangka hendak mengedarkan sabu yang baru mereka jemput dari jaringan penyelundup lintas negara. Namun, polisi belum mengungkap identitas bandar maupun pengendali utama pengiriman narkotika tersebut.
Kodam I/Bukit Barisan Benarkan AF Prajurit Aktif
Kodam I/Bukit Barisan membenarkan bahwa AF merupakan prajurit TNI aktif yang bertugas di wilayah Langkat, Sumatera Utara. AF diketahui menjalankan tugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di bawah jajaran kodam tersebut.
Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Sandy membenarkan keterlibatan seorang personel dari satuan di wilayah Langkat dalam kasus tersebut.
“Iya benar, ada oknum personel dari Kodim Langkat,” ujar Sandy.
Sandy mengatakan, AF saat ini menjalani pemeriksaan di Detasemen Polisi Militer (Denpom) Pekanbaru. Proses hukum terhadap prajurit tersebut masih berlangsung.
“Saat ini, oknum tersebut sedang menjalani proses pemeriksaan di Denpom Pekanbaru. Proses hukum sedang berjalan,” kata Sandy.
Karena AF berstatus prajurit aktif, penanganan kasusnya melibatkan koordinasi antara kepolisian dan Polisi Militer TNI. Sementara itu, penyidik terus mendalami dugaan keterlibatan AF dalam jaringan peredaran narkotika tersebut.
Polisi Duga Kedua Kurir Sudah Beraksi 15 Kali
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, penyidik menduga AF dan AN telah menjalankan tugas sebagai kurir narkotika sekitar 15 kali. Keduanya disebut menerima bayaran antara Rp50 juta hingga lebih dari Rp100 juta untuk setiap pengiriman.
Besarnya imbalan tersebut menjadi salah satu aspek yang didalami penyidik dalam mengungkap pola kerja jaringan. Polisi masih menelusuri frekuensi pengiriman, pihak yang memberikan perintah, serta jalur distribusi sabu setelah barang tiba di Indonesia.
Dugaan keterlibatan kedua tersangka dalam pengiriman berulang itu masih perlu dibuktikan melalui proses penyidikan dan persidangan. Polisi juga belum membeberkan secara terperinci waktu setiap pengiriman yang diduga pernah dilakukan keduanya.
Dumai Diduga Menjadi Jalur Masuk Sabu dari Malaysia
Penyidik menduga sabu tersebut berasal dari Malaysia dan masuk ke Indonesia melalui jalur perairan menuju Dumai, Riau. Letak Dumai yang berhadapan dengan Selat Malaka menjadikan kawasan tersebut relevan dalam penyelidikan dugaan penyelundupan narkotika lintas negara.
Polisi kini berupaya mengungkap pemasok, pengendali pengiriman, serta pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut. Penelusuran juga diarahkan untuk mengetahui tujuan akhir distribusi 47 kilogram sabu itu di Indonesia.
Nilai Sabu Ditaksir Rp84,5 Miliar
Dalam pengungkapan kasus ini, nilai ekonomis 47 kilogram sabu tersebut disebut mencapai sekitar Rp84,5 miliar. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya potensi peredaran narkotika yang berhasil digagalkan dalam penindakan tersebut.
Meski demikian, penyidik masih harus mengembangkan perkara untuk memastikan keseluruhan rantai distribusi dan peran setiap pihak yang terlibat. Identitas bandar serta jaringan internasional di balik pengiriman sabu dari Malaysia juga belum diumumkan.
Polda Riau masih memeriksa kedua tersangka dan mendalami barang bukti yang disita, termasuk senjata api. Pengembangan kasus diharapkan dapat mengungkap pemasok serta pihak yang mengendalikan pengiriman narkotika lintas negara tersebut.
Penulis : Amanda
Artikel dengan judul : Prajurit TNI Ditangkap Terkait 47 Kg Sabu Asal Malaysia
Pertama Terbit di : PULBAKET | Berita – Investigasi – CEPAT – TEPAT- AKURAT : Media Informasi Kajian Data Investigasi Yang Berimbang Objektif Profesional dan Independen
Artikel Berita lainnya: Dari Harapan Menuju Kenyataan, Rumah Bapak Muh. Ramli Bangkit Kian Kokoh : Berita Sindikasi
