
PORTAL WARTA BERITA TERKINI TERBARU TERPERCAYA
JAKARTA, 19 Oktober 2026 – Kuasa hukum Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai mendatangi Polda Metro Jaya untuk mempertanyakan penyebab dan kronologi kematian kliennya yang diduga ditembak oleh rekan juniornya, Bharada A.R., di Mako Polairud Pondok Cabe, Tangerang Selatan, pada Jumat (16/10/2026).
Baca Artikel Terkait Lainya: Karyawan Marketing Diduga Gelapkan Uang Pelanggan Rp45 Juta : Berita Sindikasi
Kuasa Hukum Pertanyakan Asal Senjata Laras Panjang
Kuasa hukum Valdo, Petrus Bala Pattyona, mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, korban diduga ditembak menggunakan senjata api laras panjang hingga meninggal dunia.
Simak Juga Berita Terkait: SMK Kamal Persada Cilawu Rampung Di Revitalisasi, Siswa Dapat Ruang Belajar Lebih Nyaman : Berita Sindikasi
Petrus mengatakan, pihaknya memperoleh foto yang disebut bersumber dari penyidik Jatanras Polda Metro Jaya saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Foto tersebut, menurut Petrus, memperlihatkan senjata laras panjang yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.
Artikel Berita lainnya: Kementerian Kehutanan Sanksi 32 Perusahaan akibat Karhutla : Berita Sindikasi
“Pertama, dia memegang senjata laras panjang, ini fotonya,” kata Petrus kepada wartawan.
Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana Bharada A.R. bisa menguasai senjata api tersebut. Pasalnya, berdasarkan keterangan yang disampaikan kuasa hukum, korban dan terduga pelaku sedang tidak bertugas ketika peristiwa itu terjadi.
Petrus mempertanyakan apakah senjata tersebut diambil dari gudang penyimpanan, berada di pos, atau diberikan oleh petugas yang bertanggung jawab atas persenjataan.
“Dari mana dia bisa membawa senjata laras panjang itu? Apakah dia ambil di gudang? Dan apakah gudangnya dikunci atau tidak? Apakah diberikan oleh penjaga gudang? Apakah senjata itu ada di pos? Kalau di pos, pasti ada yang memberikan,” ujarnya.
Kuasa Hukum Ungkap Dugaan Empat Luka Tembak
Selain mempertanyakan asal senjata api, Petrus mengungkapkan bahwa pihaknya melihat sejumlah luka pada tubuh korban ketika jenazah disemayamkan di RS Polri Kramat Jati.
Menurut Petrus, terdapat empat bekas luka yang diduga akibat tembakan. Ia juga menyebut adanya luka tikam yang, menurut keterangannya, diperkuat dengan temuan barang bukti berupa sangkur berlumur darah korban.
Meski demikian, rincian mengenai penyebab kematian, jumlah tembakan, serta kaitan setiap barang bukti dengan peristiwa tersebut masih perlu dipastikan melalui hasil pemeriksaan penyidik dan keterangan resmi pihak berwenang.
Keluarga Curigai Ada Pihak Lain Terlibat
Petrus menilai kepemilikan senjata laras panjang oleh anggota yang tidak sedang bertugas perlu ditelusuri secara menyeluruh. Menurut dia, penyidik perlu menjelaskan bagaimana senjata tersebut bisa berada dalam penguasaan terduga pelaku.
“Karena senjata laras panjang itu tidak mungkin dibawa oleh anggota yang lepas piket. Kalau dia membawa ke luar daerah pasti sedang bertugas, tapi ini kan tidak bertugas,” imbuhnya.
Selain itu, pihak kuasa hukum menduga kemungkinan adanya keterlibatan orang lain dalam rangkaian peristiwa yang menyebabkan Valdo meninggal dunia. Dugaan tersebut didasarkan pada pertanyaan mengenai akses terhadap senjata api dan sangkur yang disebut berkaitan dengan kasus tersebut.
“Jadi kecurigaan kami, apa bisa dia melakukan seorang diri? Seorang diri artinya, apakah ketika dia melakukan penembakan itu apakah benar seorang diri? Apakah ada orang memberikan senjata dan menyiapkan sangkurnya?” kata Petrus.
Dugaan keterlibatan pihak lain tersebut masih merupakan kecurigaan kuasa hukum. Belum ada keterangan dalam informasi yang disampaikan mengenai penetapan tersangka lain dalam perkara ini.
Polda Metro Jaya Tahan Bharada A.R.
Polda Metro Jaya telah menahan Bharada A.R. terkait kasus kematian Bharatu Valdo. Penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih mendalami rangkaian peristiwa untuk mengungkap fakta dan menentukan pertanggungjawaban hukum pihak yang terlibat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi, mengatakan penyidik masih memeriksa tersangka dan mengembangkan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut.
“Saat ini tersangka masih diperiksa penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Penyidik terus mendalami rangkaian peristiwa tersebut guna mengungkap fakta dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Budi.
Hingga informasi ini disusun, pihak keluarga melalui kuasa hukumnya masih meminta penjelasan menyeluruh mengenai kronologi kematian Valdo, asal senjata yang diduga digunakan, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain. Hasil penyidikan diharapkan dapat menjawab pertanyaan tersebut berdasarkan bukti dan keterangan yang telah diperiksa.
Penulis : Amanda
Artikel dengan judul : Terungkap, Valdo Tewas Ditembak Senpi Laras Panjang di Tangsel
Pertama Terbit di : PULBAKET | Berita – Investigasi – CEPAT – TEPAT- AKURAT : Media Informasi Kajian Data Investigasi Yang Berimbang Objektif Profesional dan Independen
Baca Artikel Terkait Lainya: Eksepsi Roy Suryo Ditolak, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Berlanjut : Berita Sindikasi
